Awal Tahun yang Brutal: Respons Pep Guardiola Usai Pemecatan Maresca dan Ruben Amorim - Slotbom Slot Online
07 Jan 2026
Awal Tahun yang Brutal: Respons Pep Guardiola Usai Pemecatan Maresca dan Ruben Amorim
slotbom Premier League mengawali tahun 2026 dengan guncangan besar di kursi kepelatihan. Dua raksasa, Chelsea dan Manchester United, secara mengejutkan memutus kontrak manajer mereka hanya dalam hitungan hari. Fenomena ini memancing reaksi dari manajer Manchester City, Pep Guardiola, yang menyoroti betapa kejamnya standar industri sepak bola saat ini.
Chelsea resmi mendepak Enzo Maresca tepat di hari pertama tahun baru (1/1), sementara Manchester United menyusul dengan memberhentikan Ruben Amorim hanya empat hari berselang. Kedua pelatih tersebut dilaporkan menjadi korban dari kombinasi hasil buruk di lapangan serta ketegangan internal dengan petinggi klub.
Pemecatan ini memperpanjang catatan buruk kedua klub dalam menjaga kesinambungan tim.
Chelsea: Sejak 2018, tidak ada manajer yang mampu bertahan lebih dari dua tahun kecuali Antonio Conte.
Manchester United: Semenjak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013, hanya Ole Gunnar Solskjaer yang memiliki durasi kerja terlama, yakni hampir tiga tahun (35 bulan). login slotbom
Menanggapi situasi rekan sejawatnya, Pep Guardiola menekankan bahwa waktu kini menjadi barang mewah yang jarang dimiliki oleh seorang manajer. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai bahwa ide-ide brilian sering kali tidak cukup untuk menyelamatkan karier jika hasil instan tidak diraih.
"Ini adalah fakta bahwa para manajer kini diberikan waktu yang jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Kita semua melihat apa yang terjadi pada Enzo," ujar Guardiola sebagaimana dikutip dari Metro.
Guardiola juga memberikan apresiasi khusus bagi Amorim. "Saya sangat menghormati para pemain dan institusi di Chelsea serta Manchester United. Bagi saya, Ruben adalah manajer kelas atas. Keputusan telah diambil oleh 'tetangga' kami, dan saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan Ruben."
Pep menambahkan bahwa nasib seorang manajer terkadang hanya ditentukan oleh keberuntungan kecil di lapangan. Ia memberikan contoh pada situasi Manchester United sebelum Amorim dipecat.
"Jika Anda tidak meraih hasil, maka visi Anda tidak lagi relevan. Semua manajer direkrut karena ide mereka, namun dipecat karena hasil pertandingan. United sempat meraih tiga hasil imbang di kandang saat melawan tim seperti Everton dan Bournemouth yang tampil luar biasa. Jika saja hasil laga itu berbeda, posisi mereka mungkin sudah sangat dekat dengan Arsenal. Marginnya sering kali sangat tipis," pungkasnya.
link alternatif : slotbom
Chelsea resmi mendepak Enzo Maresca tepat di hari pertama tahun baru (1/1), sementara Manchester United menyusul dengan memberhentikan Ruben Amorim hanya empat hari berselang. Kedua pelatih tersebut dilaporkan menjadi korban dari kombinasi hasil buruk di lapangan serta ketegangan internal dengan petinggi klub.
Pemecatan ini memperpanjang catatan buruk kedua klub dalam menjaga kesinambungan tim.
Chelsea: Sejak 2018, tidak ada manajer yang mampu bertahan lebih dari dua tahun kecuali Antonio Conte.
Manchester United: Semenjak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013, hanya Ole Gunnar Solskjaer yang memiliki durasi kerja terlama, yakni hampir tiga tahun (35 bulan). login slotbom
Menanggapi situasi rekan sejawatnya, Pep Guardiola menekankan bahwa waktu kini menjadi barang mewah yang jarang dimiliki oleh seorang manajer. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai bahwa ide-ide brilian sering kali tidak cukup untuk menyelamatkan karier jika hasil instan tidak diraih.
"Ini adalah fakta bahwa para manajer kini diberikan waktu yang jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Kita semua melihat apa yang terjadi pada Enzo," ujar Guardiola sebagaimana dikutip dari Metro.
Guardiola juga memberikan apresiasi khusus bagi Amorim. "Saya sangat menghormati para pemain dan institusi di Chelsea serta Manchester United. Bagi saya, Ruben adalah manajer kelas atas. Keputusan telah diambil oleh 'tetangga' kami, dan saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan Ruben."
Pep menambahkan bahwa nasib seorang manajer terkadang hanya ditentukan oleh keberuntungan kecil di lapangan. Ia memberikan contoh pada situasi Manchester United sebelum Amorim dipecat.
"Jika Anda tidak meraih hasil, maka visi Anda tidak lagi relevan. Semua manajer direkrut karena ide mereka, namun dipecat karena hasil pertandingan. United sempat meraih tiga hasil imbang di kandang saat melawan tim seperti Everton dan Bournemouth yang tampil luar biasa. Jika saja hasil laga itu berbeda, posisi mereka mungkin sudah sangat dekat dengan Arsenal. Marginnya sering kali sangat tipis," pungkasnya.
link alternatif : slotbom